Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » culture » Perbedaan Antara Pasang Purnama dan Pasang Perbana: Memahami Dampaknya

Perbedaan Antara Pasang Purnama dan Pasang Perbana: Memahami Dampaknya

  • calendar_month Sen, 14 Apr 2025
  • visibility 176
  • comment 0 komentar

Pasinangan purnama serta sinaran pasinangan adalah dua tipe pasinangan yang sering kali muncul di laut. Dengan demikian, apakah ada perbedaan antara pasinangan purnama dan sinaran pasinangan?

Umumnya, siklus pasang surut air laut dipengaruhi oleh interaksi antara Bumi dengan beberapa objek di angkasa lainnya. Pasang sendiri mengacu pada fenomena kenaikan tinggi permukaan laut yang disebabkan oleh gaya tarik bulan.
matahari
.

Walau kedua-duanya mempunyai pengaruh, tarikan gravitasi bulan pada khususnya memberi dampak terbesar kepada fenomena pasang surut di Bumi. Seperti yang disebutkan oleh Dewi Surinati dalam bukunya “Pasang Surut dan Energi-nya”, penyebab utamanya adalah posisi Bulan yang jauh lebih dekat dengan Bumi daripada Matahari.

Definisi dari Bulan Purnama dan Bulan Sabit Besar serta Implikasinya

Pasangan purnama merupakan fenomena pasang air yang terjadi saat Bumi, Bulan, dan Matahari berada dalam satu barisan. Sebutan alternatif untuk hal ini adalah spring tides.

Berdasarkan materi Geografi yang diterbitkan oleh Kemdikbud, masa pasang tertinggi biasanya terjadi di awal dan tengah bulan. Fenomena ini berhubungan dengan munculnya fase bulan baru serta purnama.

Pada masa tersebut, fenomena pasang surut yang dikenal sebagai neap tide muncul ketika bulan dan matahari memiliki kemiringan sebesar 90° antara keduanya. Artinya, hal ini terjadi apabila bumi, bulan, serta matahari berada pada susunan segiempat di ruang angkasa.

Maka, bagaimana pengaruhnya terhadap keberadaan pasang perbani dan pasang purnama?

Pemasangan tali mengakibatkan gaya gravitasi yang diproduksi oleh bulan dan matahari pada Bumi menjadi bertentangan. Sehingga, fenomena pasang surut selama masa ini menciptakan tingkat pasang surut terendah.

Akibat dari pasang purnama adalah terjadinya kenaikan dan penurunan air laut yang signifikan. Ketika mengalami masa pasang naik, ombak di lautan menjadi sangat tinggi, sama halnya dengan ketika dalam fase surut.

Perbedaan Antara Pasang Purnama dan Pasang Perbani

Ilustrasi dari pasang purnama dan pasang perbani bisa membantu dalam mengenali keduanya dengan jelas. Agar lebih mudah dipahami, di bawah ini adalah uraian yang menjelaskan perbedaan antara pasang purnama dan pasang perbani.

1. Perbedaan Posisi Pasang

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, pada saat terjadi pasang purnama akan timbul tingkat kepasangan yang sangat ekstrim. Karena itu, ketika terjadi pasang naik maka mencapai titik tertinggi, sedangkan waktu surut hanya turun sedikit saja.

Ketika posisi pasang perbani muncul karena pasang naik mencapai titik terendahnya. Fenomena pasang surut yang disebabkan oleh pasang perbani diakui sebagai sesuatu yang ekstrem dan tinggi.

2. Perbedaan Fase Bulan

Penyusunan gelombang surut terjadi ketika bulan berada dalam tahap separuh atau tiga perempat. Tiap elemen yang menghadapi gaya tarik-menarik tersebut bersifat stabil, sehingga tak ada efek luar biasa yang timbul.

Berbeda daripada itu, purnamanya timbul saat
fase bulan
fenomena alam yang umumnya menjadi dasar dalam ilmu kelautan ini terjadi baik di kwarter I maupun kwarter III.

3. Perbedaan Proses

Ilustrasi pasang surut air laut bisa menggambarkan perbedaan dengan purnama, terlebih dalam hal mekanismenya. Adapun
proses terbentuknya pasang
Purnama terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada dalam satu barisan langsung.

Tidak seperti hal tersebut, fenomena pasang surut maksimum terjadi saat Bumi, Bulan, dan Matahari bertemu dalam satu garis lurus. Seringkali, sketsanya menggambarkan bahwa mereka membentuk sudut sebesar 90 derajat.


Manfaat laut bagi kehidupan

Laut
Memiliki dampak signifikan terhadap kelangsungan hidup di planet ini. Samudera pun sangat ekstensif, menguasai kira-kira 71% dari total area Bumi.

Berdasarkan informasi dari Ocean, lautan menyimpan kurang lebih 1,3 miliar kilometer kubik air. Mengingat ukuran wilayahnya yang sangat besar, laut menjadi tempat bagi lebih dari 99 persen kehidupan di Bumi, mencakup fenomena geologis serta organisme hidup.

Menurut sumber Rumah Belajar, lautan memberikan berbagai keuntungan untuk manusia dan organisme hidup lainnya, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Penulis: andinesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prediksi Kinerja Penjualan Eceran Maret 2025 Melesat Pasca Lebaran

    Prediksi Kinerja Penjualan Eceran Maret 2025 Melesat Pasca Lebaran

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • visibility 290
    • 0Komentar

    .CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengestimasi bahwa performa ritel akan meningkat di bulan Maret 2025. Ini terlihat dari perkiraan Indeks Penjualan Riil (IPR) untuk Maret 2025 yang menunjukkan angka sekitar 236,7, naik setahunan sebesar 0,5%. year on year (yoy). Direktur Eksekutif Divisi Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menyatakan bahwa performa penjualan ritel meningkat […]

  • Cara Efektif Menunjukkan Kemampuan Literasi Tinggi dalam Menghadapi Informasi kompleks

    Cara Efektif Menunjukkan Kemampuan Literasi Tinggi dalam Menghadapi Informasi kompleks

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Artikel ini bertujuan untuk memberikan jawaban tentang bagaimana caranya agar bisa mengungkapkan kemahiran literasi dengan baik dalam hal membaca, menulis, serta menyikapi informasi yang rumit, mudah-mudahan dapat memberi manfaat. — bergabung dengan WhatsApp Channel, ikuti dan temukan informasi terkini kami disini — Online.com – Sadar atau tidak, keterampilan membaca dan menulis kita masih sangat kurang. […]

  • AI: Revolusi Cerdas yang Membentuk Masa Depan Kita

    AI: Revolusi Cerdas yang Membentuk Masa Depan Kita

    • calendar_month Sab, 22 Mar 2025
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Teknologi AI: Revolusi yang Mengubah Dunia Pendahuluan: Memahami Teknologi AI Pernahkah kamu membayangkan mesin yang bisa berpikir seperti manusia? Itulah inti dari Teknologi AI, atau Artificial Intelligence. Bukan cuma robot yang berjalan-jalan di film-film fiksi ilmiah, lho! Teknologi AI sekarang sudah ada di sekitar kita, bahkan mungkin kamu sudah menggunakannya setiap hari tanpa menyadarinya. Bagaimana […]

  • 3 Bintang NBA yang Mengemas Triple-Double dengan 60 Poin

    3 Bintang NBA yang Mengemas Triple-Double dengan 60 Poin

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Mencatat triple-double dalam pertandingan NBA dulunya merupakan suatu hal yang sulit untuk digapai. Hanya sejumlah pemain yang bisa meraih pencapaian tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, talenta dan model permainan di NBA makin berkembang. Kini, tiap pemain, baik seorang bintang maupun tidak, memiliki kesempatan lebih tinggi untuk mencetak triple-double jika diberi waktu bermain yang konsisten. Triple-double […]

  • Pengemudi Mobil Listrik Tabrak Diskotek di Sunter, Hampir Diamuk Massa

    Pengemudi Mobil Listrik Tabrak Diskotek di Sunter, Hampir Diamuk Massa

    • calendar_month Sen, 21 Apr 2025
    • visibility 224
    • 0Komentar

    , JAKARTA – Sebuah mobil listrik Hyundai Ioniq 5 mengalami kecelakaan lalu lintas menabrak diskotek di kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (19/4/2025) dini hari. Kasat Lantas Jakut AKBP Donni Muharam Wibisono menuturkan pengendara mobil ialah seorang laki-laki berinisial MPK (30). Kronologi berawal saat mobil listrik tersebut melaju dari arah timur ke arah barat menabrak […]

  • Korea Selatan Kaji Visa Panjang bagi Pahlawan Nasional Indonesia: Penyelamat Lansia dari Karhutla

    Korea Selatan Kaji Visa Panjang bagi Pahlawan Nasional Indonesia: Penyelamat Lansia dari Karhutla

    • calendar_month Kam, 3 Apr 2025
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Kehakiman Korea Selatan Pada hari Selasa, tanggal 1 April 2025, diberitakan bahwa mereka tengah mengkaji opsi visa tempat tinggal yang lebih lama bagi Sugianto, seorang warga negara Indonesia. WNI  yang dihormati sebagai pahlwan setelah menolong seorang lanjuk usia dari kebakaran hutan minggu lalu, Seperti dilansir media Korsel, dkilbo Menteri Hukum dan Hak […]

expand_less